![]() |
| Gambar ilustrasi. |
Banda Aceh — Badan Gizi Nasional (BGN) RI sedang melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah pelajar SMP Negeri 4 Banda Aceh usai mengonsumsi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator BGN RI Wilayah Kota Banda Aceh Muhammad Fahry menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Langkah penanganan langsung telah diambil sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP):
"Penyedia Penjamah Pangan Gotong Royong (SPPG) yang terkait telah diberhentikan sementara untuk proses investigasi menyeluruh," ungkap Fahry di Banda Aceh, Jumat (30/10).
Insiden terjadi pada Kamis (29/10), ketika sejumlah pelajar SMP Negeri 4 Banda Aceh dilaporkan mengalami sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit Kesdam, Banda Aceh. Hingga pukul 20.00 WIB pada hari yang sama, tercatat lima pelajar putri dan seorang guru dalam kondisi baik dan masih menjalani observasi medis.
Menu yang disajikan saat kejadian berupa nasi, ikan tuna tumis khas Aceh, tempe orek, tumis labu siam, dan pisang.
Sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan telah diserahkan ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pengujian diperkirakan keluar pada pekan depan.
Seluruh dampak akibat kejadian ini telah ditangani oleh BGN bersama Satuan Tugas MBG Kota Banda Aceh. Pihak BGN juga berkomitmen memperbaiki dan meningkatkan pengawasan terhadap penerapan SOP guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
"Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan oleh Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN RI di Jakarta sesuai alur operasional penanganan krisis," tambah Fahry. (Red)
